Xtrade Header

Saham

Penilaian Investasi Reksadana

on

Mungkin anda telah sering kali mendengar pepatah “jangan menaruh semua telur anda pada dalam satu keranjang”. Pepatah ini sebetulnya mengajarkan anda untuk selalu berhati-hati.

Jika anda memiliki banyak telur, sebarlah telur-telur anda tersebut dalam beberapa keranjang untuk mengecilkan peluang pecahnya telur-telur anda secara bersamaan.

Hal serupa juga berlaku dalam investasi Reksadana. Reksadana adalah salah satu cara untuk menyebar “telur-telur” investasi anda atau biasa dikenal dengan istilah diversifikasi investasi.

Penilaian Investasi Reksadana

Dalam investasi Reksadana, seluruh dana yang ada tidak disimpan oleh manajer investasi, melainkan ditaruh pada pihak yang bernama bank kustodian. Selain itu, bank kustodian juga berfungsi sebagai administrator dimana tugasnya adalah mencatat dan memberikan konfirmasi atas seluruh transaksi pembelian dan penjualan Reksadana, serta menghitung NAB Reksadana pada setiap harinya. Nilai Aktiva Bersih (NAB), ialah nilai yang menggambarkan sebuah total kekayaan Reksadana setiap harinya

Baca Juga : Pengertian Reksadana

Nilai tersebut dipengaruhi oleh pembelian dan penjualan Reksadana oleh para investor, selain dari harga pasar dari aset Reksadana itu sendiri. Jika kita membeli Reksadana, maka bank kustodian akan memberikan konfirmasi berupa kepemilikan anda atas sejumlah unit penyertaan Reksadana.

Unit penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan anda didalam Reksadana tersebut. Jumlah unit penyertaan tersebut akan tetap selama anda tidak melakukan pembelian Reksadana lagi.

Banyaknya unit penyertaan yang kita dapatkan tergantung dari harga NAB per-unit pada hari dimana anda membeli Reksadana tersebut. NAB per-unit adalah harga yang kita dapatkan dari NAB sebuah reksa dana dibagi dengan total unit penyertaan yang ada pada hari itu.

NAB per-unit diterbitkan setiap harinya diberbagai media, termasuk secara online. Perlu untuk kita ketahui, bahwa tingginya NAB per-unit sebuah Reksadana tidak menunjukkan bahwa Reksadana itu sudah mahal, begitu pun sebaliknya.

Baca Juga :   Sejarah Pasar Modal Di Indonesia

Pada dasarnya, NAB per-unit yang tinggi menunjukkan bahwa Reksadana itu sudah cukup lama sehingga aset-asetnya sudah terjadi kenaikan nilai yang tinggi. Untuk lebih memahami transaksi dalam Reksadana, silahkan lihat ilustrasi di bawah ini :

Pada tanggal 27 Juli 2014, dimana anda membeli Danareksa sebesar Rp. 10.000.000. NAB per-unit Danareksa pada hari itu adalah Rp. 2.345,67. Maka unit penyertaan yang anda miliki adalah 10.000.000/2.345,67 = 4.263,1742 unit penyertaan. Pada tanggal 10 Februari 2015, anda menjual kembali seluruh Reksa Dana anda. NAB per-unit Danareksa pada hari itu adalah Rp. 5.234,56. Maka total investasi yang anda dapatkan adalah 4.263,1742 x 5.234,56 = Rp. 22.315.841.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: