Xtrade Header

Rupiah

3 Faktor Penting Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah

By

on

Sejak beberapa tahun terakhir, nilai tukar Rupiah selalu melemah, bahkan juga sampai meraih level di atas 13.500 Rupiah per Dollar AS.

FBS Markets Inc

Beragam momen sudah diungkapkan oleh pemerintah dan juga analis ekonomi, disebut-sebut sebagai argumen mengapa Rupiah melemah.

Kenyataannya, Rupiah memanglah satu diantara mata uang terlemah di Dunia, yang nilainya gampang ditekan oleh pergantian keadaan ekonomi, baik diluar ataupun didalam negeri.

Ketidakstabilan Politik-Ekonomi

Dari dalam negeri, aspek yang paling memengaruhi Rupiah yaitu keadaan politik-ekonomi.

Di bebrapa saat ketidakpastian mendekati pemilu saat ini, investor condong kuatir dan juga bakal menanti sampai dipilih pemimpin baru untuk tunjukkan sentimen ekonomi yang lebih memberikan keyakinan.

Mengakibatkan, musim mendekati pemilu biasanya ditandai oleh pelemahan nilai Rupiah.

Performa data ekonomi Indonesia, seperti perkembangan PDB (Product Domestik Bruto/Gross Domestic Product), inflasi, dan juga neraca perdagangan, juga cukup memengaruhi Rupiah.

Perkembangan yang bagus bakal menyangga nilai Rupiah, demikian sebaliknya defisit neraca perdagangan yang jadi tambah bakal bikin Rupiah terdepresiasi. Dua segi dalam neraca perdagangan, impor dan juga ekspor, begitu utama di sini.

Berikut penyebabnya mengapa begitu utama untuk Indonesia untuk menggenjot ekspor dan juga kurangi ketergantungan pada product impor.

Perekonomian Yang Kurang Mapan

Rupiah termasuk juga soft currency, yakni mata uang yang gampang berfluktuasi maupun terdepresiasi, lantaran perekonomian negara aslinya relatif kurang mapan.

Mata uang negara-negara berkembang biasanya yaitu mata uang type ini, sedang mata uang negara maju seperti Amerika Serikat dimaksud hard currency, lantaran kemampuannya untuk memengaruhi nilai mata uang yang lebih lemah.

OctaFX

Karakteristik spesial mata uang soft currency yaitu sensitivitasnya pada keadaan ekonomi internasional.

Krisis finansial, spekulasi di pasar finansial, dan juga ketidakstabilan ekonomi dapat menyebabkan jatuhnya nilai soft currency. Misalnya waktu krisis th. 97/98, saat perekonomian Indonesia dalam bahaya.

Baca Juga :   $ ke Rupiah

Demikian halnya, saat berlangsung krisis Subprime Mortgage di Amerika Serikat, Rupiah pernah terserang imbasnya.

Diluar itu, sebagai satu diantara negara berkembang, Indonesia sharing sentimen dengan negara berkembang yang lain.

Artinya, saat sentimen pada negara-negara berkembang pada umumnya baik, jadi nilai Rupiah bakal condong menguat.

Demikian sebaliknya, saat di negara-negara berkembang yang lain banyak kerusuhan, bencana, dan juga lain sebagainya, jadi nilai Rupiah bakal melemah.

Pelarian Modal (Capital Flight)

Modal yang mengedar di Indonesia, terlebih di pasar finansial, beberapa besar yaitu modal asing.

Ini bikin nilai Rupiah sedikit banyak bergantung pada keyakinan investor asing pada prospek usaha di Indonesia.

Makin baik iklim usaha Indonesia, jadi bakal makin banyak investasi asing di Indonesia, dan juga dengan hal tersebut Rupiah bakal makin menguat.

Demikian sebaliknya, makin negatif pandangan investor pada Indonesia, Rupiah bakal semakin melemah.

Mari ambillah contoh pemotongan stimulus yang dikerjakan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, beberapa waktu terakhir.

Kebijakan uang ketat (tight money policy) itu bikin investor memindahkan investasinya dari Indonesia kembali pada Barat.

Terkecuali peristiwa itu, telah kerap Indonesia alami capital flight yang lalu diikuti oleh pelemahan nilai Rupiah.

Sekianlah uraian singkat tentang tiga aspek terpenting penyebabnya melemahnya nilai Rupiah. Ketiga aspek itu melukiskan garis besar keadaan Indonesia sekarang ini.

FBS Markets Inc

Tetapi, bersamaan dengan menguatnya perekonomian Indonesia, pasti nilai Rupiah akan turut menguat.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: